Ada Gelagat Aneh dari Atlet Paralayang sebelum Meninggal Dunia

, , Leave a comment

Ada tingkah aneh yang ditunjukkan Petra Mandagi, selaku satu dari sekian banyak atlet olahraga cabang paralayang korban mati gempa di Donggala.

Mayat dari Petra Mandagi sukses dievakuasi oleh Badan Secure and Rescue Nasional pada Senin (1/10) kira-kira pukul 16. 36 sore WITA.

Dia dikabarkan telah ditemukan di balik puing-puing Hotel Roa-Roa yang jadi posisi ia menginap.

Berdasarkan sesama atlet paralayang lainnya, Franco Alexander Kullit, ada tingkah laku tidak pada umumnya yang ditampilkan Petra setelah melakoni pelatihan, 2 hari sebelum bertolak menuju Palu, Sulawesi Tengah.

Franco mengatakan jika Petra pernah mengajak tim buat berbincang-bincang, hingga pukul dua dini hari.

Itu terasa aneh karena tidak pada umumnya Petra mengajak teman-temannya berbincang-bincang panjang sampai dini hari. Padahal, mereka telah semenjak pagi menjalani pelatihan di Tetempangan Hill.

“Kak Petra pun tidak pada umumnya ajak aku duet. Aku berkata tidak usah, aku bawa parasut saja, ” tutur Franco yang dilansir BolaSport. com melalui Tribun Manado.

“Namun, ia memintanya. Aku pun diajak bermain catur pada malam tersebut, ” tutur Franco melanjutkan.

Petra Mandagi jadi 1 di dalam kesebelasan penerbang paralayang serta X-Country dari Pulau Jawa, Jakarta, Surabaya, serta Makassar yang mengikuti turnamen Festival Pesona Palu, Lamoni di Pantai Talise, Kota Palu.

Gempa bumi berkekuatan 7, 4 SR yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah ini sudah mengakhiri impian Petra Mandagi mendapat pencapaian yang sedikit lebih tinggi.

Laporan terbaru yang diterima BolaSport. com, mengatakan bahwa mayat Petra telah tiba di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Udara Samratulangi, Manado, Sulawesi Utara, pada hari Selasa (2/10).

 

Leave a Reply